Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

“RencanaNya Memang Selalu Indah”

Saat smp tak sekali aku mendengar kedua orang tua ku bertengkar memecahkan keheningan malam, saat itu selalu saja tidurku terusik.. Dengan umurku yang masih terbilang kecil, karena saat itu aku masih berumur sekitar 13 tahun. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain menitihkan air mata dengan hanya ditemani boneka-boneka  di kamar yang menjadi tempat ternyamanku saat itu. Aku tak berani menceritakan apapun dan pada siapapun tentang hal itu. Entah kepada kakakku apalagi sampai bertanya langsung pada orang tuaku. Entah kenapa aku menjadi saangat lemah perihal keluarga, tak satu kata pun mampu ku ucapkan ketika ada saudaraku yang bertanya bagaimana kondisi kedua orangtuaku, mungkin saudaraku sudah tahu perihal keributan yang sering terjadi pada orangtuaku. Tentang keadaan ekonomi selalu menjadi perdebatan mereka dengan kondosi ayahku yang memiliki perkerjaan tak pasti. Aku kira seberjalannya waktu kondisi keluargaku akan membaik, tapi ternyata Allah berkehendak la...

Jalan Jalan Engga Harus Sama Pacar Kok!

          Jomblo, single, engga punya pacar, ataupun hal sejenisnya, mungkin menurut kebanyakan remaja saat ini hal itu adalah aib. Ataupun kita sering mendengar sindiran seperti “jomblo? Ih engga banget deh!”. Sepertinya kaum yang jomblo atau engga punya pacar itu bisa dijadikan sebagai bahan ejekan yang cukup renyah (kaya rempeyek lebaran) hehe..           Dari anak SD, SMP, SMA apalagi kalangan mahasiswa/i, begitu menghindari penyakit jomblo tersebut. Entah apa alasannya. Entah takut dijadikan bahan ejekan, takut dibilang engga laku, takut kehabisan stock cowok/cewek, takut ini, takut itu. Entahlah setiap orang memiliki rasa alasannya masing-masing.           Penyakit takut akan jomblo kemungkinan banyak diderita para remaja usia SMP atau SMA. Karena terhitung pada umur yang “katanya” masih labil dan masih mencari jati diri. Dan masih memiliki ...

“Realisasi dalam Mimpi”

Malam itu aku dibingungkan dengan pertanyaan yang temanku berikan padaku, “Jika ada pilihan lain selain hidup kamu memilih apa?” begitu yang ia tuturkan.. Sejenak aku berfikir dan akhirnya aku pun mencoba menjawabnya, “Aku memlih untuk tidur, setengah hidup setengah mati atau apalah definisinya, yang pasti aku ingin beranjak pada alam bawah sadarku” Ia pun bertanya kepadaku lagi “kenapa kamu lebih memlih untuk tidur?” Aku merasa ketika aku tertidur semua rasa sakit yang aku rasakan saat itu seketika hilang, mungkin sakit ku pun ikut terlelap dalam tidurku, bukan hanya rasa sakit tetapi semua masalah ku sedikit hilang tertelan mata yang terpejam. Beristirahat dari lelahnya kehidupan yang dijalani, sekejap berhenti menantap kenyataan yang tak sesuai dengan ekspektasi. Mungkin di alam bawah sadarku nanti aku bisa merangkai sendiri kehidupan yang abadi, hidup yang sesuai dengan apa yang aku impikan, bersama semua imajinasiku akan ku rangkai hidup dalam mimipi, mimpi yang indah l...

karena Mereka Bukan Tiang Jalanan

Untukmu duhai sahabatku.. Apa kabar kalian? Kata “baik-baik saja” selalu ku harapkan dari kalian, tapi bukan hanya kata yang tersirat dari bibir saja melainkan jujur dari hati karena memang keadaannya seperti itu. Tak ingin panjang lebar, aku hanya ingin menyampaikan satu pesan saja, janganlah terlalu nyaman bersandar pada seseorang siapapun itu entah teman, sahabat, ataupun keluarga, karena ketika kamu terlalu nyaman bersandar dan seketika seseorang yang menjadi sandaranmu itu pergi tanpa alasan dan tanpa peduli dengan kamu yang berada disampingnya, karena sejatinya mereka hanyalah manusia biasa yang mememiliki banyak hal untuk difikrkan dan untuk dilakukan, tak melulu hanya kita yang akan dia pedulikan, aku hanya tak ingin sesuatu hal terjadi   kepadamu yang nantinya justru membuatmu jatuh dan lebih sakit dari keadaan sebelumnya.. Aku hanya takut Dan sangat takutt Takut   keadaan itu terjadi kepadamu.. yaitu.. . . .   kamu KEJEBLAGG dan aku tak ad...