Postingan

“Realisasi dalam Mimpi”

Malam itu aku dibingungkan dengan pertanyaan yang temanku berikan padaku, “Jika ada pilihan lain selain hidup kamu memilih apa?” begitu yang ia tuturkan.. Sejenak aku berfikir dan akhirnya aku pun mencoba menjawabnya, “Aku memlih untuk tidur, setengah hidup setengah mati atau apalah definisinya, yang pasti aku ingin beranjak pada alam bawah sadarku” Ia pun bertanya kepadaku lagi “kenapa kamu lebih memlih untuk tidur?” Aku merasa ketika aku tertidur semua rasa sakit yang aku rasakan saat itu seketika hilang, mungkin sakit ku pun ikut terlelap dalam tidurku, bukan hanya rasa sakit tetapi semua masalah ku sedikit hilang tertelan mata yang terpejam. Beristirahat dari lelahnya kehidupan yang dijalani, sekejap berhenti menantap kenyataan yang tak sesuai dengan ekspektasi. Mungkin di alam bawah sadarku nanti aku bisa merangkai sendiri kehidupan yang abadi, hidup yang sesuai dengan apa yang aku impikan, bersama semua imajinasiku akan ku rangkai hidup dalam mimipi, mimpi yang indah l...

karena Mereka Bukan Tiang Jalanan

Untukmu duhai sahabatku.. Apa kabar kalian? Kata “baik-baik saja” selalu ku harapkan dari kalian, tapi bukan hanya kata yang tersirat dari bibir saja melainkan jujur dari hati karena memang keadaannya seperti itu. Tak ingin panjang lebar, aku hanya ingin menyampaikan satu pesan saja, janganlah terlalu nyaman bersandar pada seseorang siapapun itu entah teman, sahabat, ataupun keluarga, karena ketika kamu terlalu nyaman bersandar dan seketika seseorang yang menjadi sandaranmu itu pergi tanpa alasan dan tanpa peduli dengan kamu yang berada disampingnya, karena sejatinya mereka hanyalah manusia biasa yang mememiliki banyak hal untuk difikrkan dan untuk dilakukan, tak melulu hanya kita yang akan dia pedulikan, aku hanya tak ingin sesuatu hal terjadi   kepadamu yang nantinya justru membuatmu jatuh dan lebih sakit dari keadaan sebelumnya.. Aku hanya takut Dan sangat takutt Takut   keadaan itu terjadi kepadamu.. yaitu.. . . .   kamu KEJEBLAGG dan aku tak ad...

Hal Yang Tak Ku Sanggupi

Aku lelah Tetapi  lelah ku saat ini tidak lah lah keringat yang bercucuran Tidak juga rasakan sendi-sendi yang nyeri Tapi ini rasa lelah dihati Lelah karena ada satu hal yang tak ku sanggupi Semakin aku berusaha melupakan Semakin banyak juga hal yang datang dan justru membuat ingatan ku menguat Ingatan ku tentang kamu Ingatan akan semua kenangan yang dulu pernah ku ciptakan dengan mu Dengan mu yang sekarang hanyalah menjadi masa lalu ku  

Hidup Rasa Mati

Jika dunia memaksaku untuk bercerita Jujur aku jenuh, Jenuh dengan semua aturan ini Jenuh akan keterbatasan ruang gerak ku sekarang Tembok penghalang ini sungguh membuatku sulit untuk bernafas Sulit bagiku untuk merasakan betapa segarnya oksigen diluar sana Dadaku terasa sesak, Aku kehilangan ruang gerak Tuhan tolong aku Tak ingin ku munafikan hati Tak ingin kubohongi diriku sendiri Semua tawa disini tak lagi dapat damaikan hati Aku ingin pergi Ingin terbang menembus mentari Menikmati dunia yang seharusnya aku nikmati Bukan disini, tempat yang membuat jiwaku seakan mati tak fungsi

Makhluk Fana Berselimut Dosa

Aku hanyalah makhluk fana makhluk yang tidak berdaya tanpa hadir Nya bukanlah apa-apa tanpa kuasa Nya lemah seperti kapas yang terbang terbawa angin jika tak ada kekuatan dari Nya mungkin untuk berjalan saja rasa tak mampu jika tak ada izin dari Nya Aku hidup di semesta Nya berteduh pada kasih sayang Nya berlindung pada ridho Nya Dia yang maha memiliki segalanya Ampuni aku Tuhan, aku telah buta aku buta akan kuasaMu aku buta akan kenikmatanMu aku buta akan kasih sayangMu aku buta akan keagunganMu Ampuni aku atas salah kaprahku memaknai rencanaMu ampuni aku telah tak percaya pada sekenario indahMu ampuni aku yang tak pernah mengucapkan syukur atas apa yang aku nikmati saat ini Sungguh aku makhluk fana berselimut dosa..